Minggu, 31 Maret 2013

Analisis Bisnis Kayu Gaharu sangat Menguntungkan


Indonesia merupakan salah satu Negara penghasil Gaharu terbesar di dunia, namun saat ini potensinya menurun, bahkan gaharu sudah menjadi jenis yang langka ditemukan. Berikut ini dijabarkan tentang analisis bisnis penanaman Gaharu, prospek usah, kegunaan dan cara memproduksi secara cepat.

Beberapa jenis pohon penghasil gaharu sebagian besar termasuk dalam famili Themeleaceae, terutama dari genus Aquilaria dan Gyrinops, yang dapat menghasilkan gubal gaharu dengan kualitas terbaik (harga tinggi). 

Kayu Gaharu memiliki suatu kandungan resin atau damar wangi yang mengeluarkan aroma dengan keharuman yang khas. Dari aromanya itu yang sangat popular bahkan sangat disukai oleh masyarakat negara-negara di Timur Tengah, Saudi Arabia, Uni Emirat, Yaman, Oman, daratan Cina, Korea, dan Jepang sehingga dibutuhkan sebagai bahan baku industri parfum, obat-obatan, kosmetika, dupa, dan pengawet berbagai jenis asesoris serta untuk keperluan kegiatan keagamaan, gaharu sudah lama diakrabi bagi pemeluk agama Budha, dan Hindu. 

Pemanenan tanaman gaharu dari alam secara tradisional di Indonesia (Kalimantan dan Sumatera), akan menjamin kelestarian pohon induknya, jika hanya mengambil bagian pohon yang ada gaharunya saja tanpa harus menebang pohonnya. Pemanenan Gaharu sebaiknya dari pohon-pohon penghasil gaharu yang mempunyai diameter di atas 20 cm.


Gaharu sendiri, sejatinya secara alamiah dihasilkan tanaman sebagai respon dari masuknya mikroba yang masuk ke dalam jaringan yang terluka. Luka pada tanaman berkayu dapat disebabkan secara alami karena adanya cabang dahan yang patah atau kulit terkelupas, maupun secara sengaja dengan pengeboran dan penggergajian.

Menginfeksinya mikroba ke dalam jaringan tanaman dianggap sebagai benda asing sehingga sel tanaman akan menghasilkan suatu senyawa fitoaleksin yang berfungsi sebagai pertahanan terhadap penyakit atau patogen.  Senyawa fitoaleksin tersebut dapat berupa resin berwarna coklat dan beraroma harum, serta menumpuk pada pembuluh xilem dan floem untuk mencegah meluasnya luka ke jaringan lain.

walaupun untuk sekarang, agak susah untuk mendapatkan sejumlah besar gaharu yang berkualitas baik tanpa campur tangan manusia. Sebab jumlah gaharu semakin langka saja, terutama oleh penebangan yang dilakukan secara serampangan. Banyak pemburu getah gaharu yang membabat habis pohon tersebut tanpa ada kesadaran untuk menanam kembali. Sehingga jumlah  yang berkualitas baik, biasanya berwarna hitam, menjadi sulit di dapat.

kini telah pula ditemukan metode teknik produksi gaharu buatan yang tak kalah dengan yang alami. Dengan memanfaatkan metode teknik produksi gaharu buatan ini, kita bisa memanen gaharu dalam tempo lebih cepat. Yakni sekitar satu hingga dua tahun, gaharu sudah bisa dipanen. Sementara dengan cara alamiah, baru bisa dipanen setelah tiga tahun.

Solusi yang sederhana memproduksi gaharu berkualitas baik ini, bisa dicontek dari Miran. Warga Desa Langkang, Pulau Laut Timur yang telah membudidayakan gaharu ini berbagi tips. Menurutnya untuk menanam pohon gaharu dan menghasilkan getah yang banyak diperlukan perawatan khusus. Pada saat pohon gaharu berumur tententu, itu perlu disuntik dengan obat pemuncul getah. Dimana setiap pohon perlu disuntik dengan satu ampul obat pemuncul getah seharga Rp 300 ribu per ampul.

ANALISA BISNIS BUDIDAYA GAHARU


Analisa biaya dan keuntungan dari budidaya pohon penghasil gaharu, pada luasan tanah 2.000 m2 (140 ubin), jangka waktu 7 – 10 tahun. Denagn jarak tanam 3 X 3 luas tanah 2.000 m2 (asumsi 50 m X 40m) cukup ideal ditanami gaharu sebanyak 180 batang. Berikut ini adalah perincian biaya dan keuntungan dari budidaya pohon penghasil gaharu:

1. BIAYA

Biaya sendiri kita bedakan menjadi 3 yaitu: biaya tahap 1 (pengadaan bibit,penanaman dan perawatan di tahun pertama), biaya tahap 2 (perawatan tanaman pada tahun ke-2 sampai tahun ke-7), dan biaya tahap 3 (inokulasi dan perawatan pasca inokulasi tahun ke-3 sampai tahun ke-5).



A. BIAYA TAHAP 1:

- Pembelian Bibit 180btng @ Rp.15.000          = Rp. 2.700.000

- Pupuk Kandang 500kg @ Rp.250                 = Rp.    125.000

- Tenaga Penanaman 2 orang                         = Rp.    100.000

- Tenaga Perawatan tahun pertama                 = Rp.     600.000

JUMLAH = Rp. 3.525.000,-



B. BIAYA TAHAP 2:

- Pupuk Kandang                                            = Rp  750.000,-

- Pupuk Oganik (LB10) @Rp10.000,-               = Rp. 300.000,-

- Pestisida                                                      = Rp.  900.000,- (jika diperlukan)
- Tenaga Perawatan                                        = Rp. 600.000,-



JUMLAH                       =          Rp. 2.550.000



C. BIAYA TAHAP 3:

- Tenaga Perawatan      = Rp.   1.000.000,-
- Tenaga Panen             = Rp. 5.000.000,-



JUMLAH                      =          Rp. 6.000.000





D. INOKULASI

-Fusarium  untuk inokulasi Rp 1.000.000,- s/d Rp 2.500.000,-

JUMLAH A+B+C =                   RP. 12.075.000,-



Asumsi biaya tersebut adalah biaya maksimal, biaya tersebut diatas masih bisa kita tekan apabila penanaman dan perawatan kita lakukan sendiri

2. PENERIMAAN



Dengan asumsi bahwa tingkat keberhasilan inokulasi adalah 75% saja, dari 180 batang tanaman cuma menghasilkan 135 batang pohon saja yang bisa dipanen. Satu batang pohon gaharu dengan masa inokulasi 3 tahun menghasilkan rata-rata 2 kg gubal, 10 kg kemedangan, dan 20 kg abu. Sehingga total yang dihasilkan dari 135 batang adalah 270 kg gubal, 1.350 kg kemedangan, dan 2.700 kg abu.



A. GUBAL 270 KG @ RP.4.000.000,-                         = RP.1.080.000.000,-

B. KEMEDANGAN 1.350 KG @ RP.1.000.000            = RP.1.350.000.000,-

C. ABU 2.700 KG @ RP.200.000                               = RP.   540.000.000,-


JUMLAH                  =                         RP.2.970.000.000,-
Jumlah penerimaan diatas kami ambil dari data harga jual gaharu yang paling rendah.


3. KEUNTUNGAN
PENERIMAAN – BIAYA = RP.2.970.000.000,- – RP. 12.075.000,- = RP.2.957.925.000,-

Jadi rata-rata perpohon gaharu umur 6 tahun dengan masa inokulasi 3 tahun (tahun ke-9 sampai tahun ke-10), menghasilkan 25 juta rupiah lebih.


Menurut gaharuterpercaya.blogspot.com dari investasi sebanyak 21 jutaan, berpotensi menghasilkan 3 milyar rupiah dalam kurun waktu 7 – 10  tahun. Seiring waktu, dengan harga jual tanah yang semakin meningkat.



Gambar  batang  gaharu  yang dibelah setelah inokulasi dengan teknologi  Gaharu Indonesia.
pohon gaharu Bagaimana cara Menghasilkan Gaharu ? 
Gambar  lapisan – lapisan pohon gaharu setelah diinokulasi
   
beli kayu gaharu1 300x100 Bagaimana cara Menghasilkan Gaharu ?
Gambar  proses pemanenan – pemisahan bagian gaharu berdasar kualitas.
beli kayu gaharu2 Bagaimana cara Menghasilkan Gaharu ?
Gambar  pengelompokan berdasar kualitas harga.


Pengelompokan Gaharu :
  1. Abu gaharu: Super, kemedangan A, Kacang, kemedangan TGC;
  2. Kemedangan A, B, C, TGC , (BC), Kemedangan Putih,Teri Kacang (terapung); dan
  3. Gubal gaharu terdiri dari: Double Super, Super A, Super B, Kacang, Teri A, Teri B, dan dan Sabah (tenggelam).


Manfaat gaharu sampai saat ini :
  1. Aktivitas Kebudayaan – Islam, Budha, Hindu
  2. Perayaan Keagamaan – Kebanyakan di Negara Islam dan Arab
  3. Wangi Parfum – Wanginya Tahan Lama Banyak Diminati di Negara Eropa Seperti Daerah Yves Saint Laurent, Zeenat dan Amourage
  4. Aroma Terapi – Menyegarkan Tubuh, Perayaan dan Undangan
  5. Obat & Kesehatan – Biasa Digunakan di Pengobatan Tradisional Khususnya Dinegara China dan Jepang
  6. Koleksi Pribadi – Untuk Ruangan Besar Khusus Eksklusif
  7. Kecantikan – Sabun, Shampo Yang Harum Semerbak
Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Nabi Mohammad SAW bersabda: Obatilah dengan menggunakan Oudh (gaharu) kerana didalamnya terdapat tujuh kebaikan. Minyak gaharu juga memang terkenal sebagai antara ekstrak minyak paling mahal didunia hingga mencapai $20,000 dolar Amerika satu kilogram. Kegunaan perobatan maupun upacara kebesaran dalam Ayurvedik, Sufi, Cina, Tibet, Arab dan Yunani banyak menggunakan bahan daripada gaharu untuk tujuan yang sama.

  •  Meningkatkan fungsi seksual dan merawat masalah yang berkaitan
  •  Melegakan dan merawat sistem pernafasan – bagi penderita lelah, letih dan batuk dan kronik
  •  Merawat kanker tumor dan kanker paru-paru
  •  Melegakan insomnia (susah tidur) dan tidur yang kurang pulas
  •  Mengontrol kandungan gula dalam darah bagi penderita diabetes
  •  Merawat sistem limfa – sistem pertahanan badan
  •  Mengawal dan menstabilkan tekanan darah tinggi
  •  Mengurangi masalah sembelit, angin, cirit-birit dan IBS (perut sensitif)
  •  Merawat masalah Ginjal
  •  Tonik untuk menguatkan fungsi jantung
  •  Merawat penyakit hat
Harga Kayu Gaharu

  •  kayu Gaharu super Rp 55.000.000 per kilogram, 
  •  kayu gaharu kelas II berkisar Rp 15.000.000-Rp 2.000.000 per kilogram, 
  •  kayu gaharu Teri Hitam Rp 1,500.000,
  •  kayu Gaharu Teri Putih Rp 25.000 per kilogram


 Minyak gaharu umumnya disuling dari gaharu kelas rendah (kemedangan) memiliki harga mulai dari Rp 50.000-100.000/ml. Harga bibit tanaman Rp 10.000,./bibit


Mempercepat Produksi Gaharu

Gaharu mati setelah setahun disuntik cendawan. Ia memang tak bersalah, tapi terpaksa disakiti agar gubal yang harum segera muncul. Batang gaharu Aquilaria malaccensis berumur minimal 5 tahun dibor secara spiral. Artinya, setiap ujung bidang gergaji pertama akan bersambungan dengan bidang gergaji kedua. Begitu selanjutnya. Bidang gergajian itulah yang diberi cendawan.
Setahun pasca penyuntikkan gubal sudah dapat dituai. Teknik sebelumnya, antar bidang gergaji tidak saling berhubungan. Interval antar bidang sekitar 10 cm dan perlu 2-3 tahun menuai gubal.

Modifikasi teknologi pemberian cendawan itu dikembangkan oleh Drs Yana Sumarna MSi, periset Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam, Bogor.
Ia memberikan cendawan Fusarium spp pada setiap batang gaharu. Setahun berselang, ia bisa memanen 10 kg gubal gaharu dari pohon umur 6 tahun. Cara ini lebih efektif dibandingkan teknik lama lantaran teknik spiral mampu menahan pohon tetap berdiri kokoh walau ditiup angin kencang. Siapkan alat yang diperlukan: bor kayu dengan mata bor berdiameter 13 mm untuk melubangi batang, gergaji, spidol sebagai penanda tempat pelubangan, alat ukur, kapas, spatula, pinset, alkohol 70%, lilin lunak dan bibit gubal berupa cendawan.

Proses Pengerjaan Sederhana.
1. Inokulan berupa cendawan untuk membantu proses terbentuknya gubal. Beberapa contoh cendawan padat adalah Diplodia sp, Phytium sp, Fusarium sp, Aspergillus sp, Lasiodiplodia sp, Libertela sp, Trichoderma sp, Scytalidium sp, dan Thielaviopsis sp. Cendawan itu diperbanyak dengan mencampur satu sendok cendawan dan 100 gram limbah serbuk kayu gaharu. Simpan satu bulan di botol tertutup rapat.
2. Buat tanda di lapisan kulit pohon berdiameter 10 cm dengan spidol untuk menentukan bidang pengeboran. Titik pengeboran terbawah, 20 cm dari permukaan tanah. Buat lagi titik pengeboran di atasnya dengan menggeser ke arah horizontal sejau 10 cm dan ke vertikal 10 cm. Dengan cara sama buatlah beberapa titik berikutnya hingga setelah dihubungkan membentuk garis spiral.
3. Gunakan genset untuk menggerakkan mata bor. Buat lubang sedalam 1/3 diameter batang mengikuti garis spiral bidang pengeboran.
4. Bersihkan lubang bor dengan kapas yang dibasuh alkohol 70% untuk mencegah infeksi mikroba lain.
5. Masukkan cendawan ke dalam lubang dengan menggunakan sudip. Pengisian dilakukan hingga memenuhi lubang sampai permukaan kulit.
6. Tutup lubang yang telah diisi penuh cendawan dengan lilin agar tak ada kontaminan. Untuk mencegah air merembes, permukaan lilin juga ditutup plester plastik.

7. Cek keberhasilan penyuntikan setelah satu bulan. Buka plester dan lilin.
Inokulasi cendawan sukses jika batang berwarna hitam. Setelah itu buat sayatan ke atas agar kulit bawah terkelupas. Ini memudahkan untuk membuka dan menutup saat pengecekan selanjutnya.

8 . Satu tahun kemudian gaharu dipanen. Untuk meningkatkan keberhasilan, pekebun
menambahkan senyawa pemicu stres. Dengan begitu daya tahan gaharu melemah, cendawan mudah berkembang biak, dan gubal pun lebih cepat terbentuk

Via : berbagai sumber 
Informasi terkait lainnya dapat dilihat di : http://kayukuina.blogspot.com/